CantikTerus.com

Love Yourself, Beauty Comes

Jangan Salah Kaprah Inilah Perbedaan Purging dan Breakout

Hai girls! Kali ini kita akan membahas masalah yang sebenarnya sering dialami oleh wanita tapi masih banyak yang belum paham, yaitu perbedaan purging dan breakout.

Kamu pernah ga si mengalami purging atau bahkan breakout? Atau masih belum paham perbedaan antara keduanya? Yups jangan khawatir baca sampai bawah ya agar kamu tau harus tetap pakai atau stop skincare mu.

Perbedaan Purging dan Breakout

Banyak wanita yang masih bertanya-tanya apa sih itu purging dan breakout? Girls, kamu mungkin pernah mengalaminya saat ganti skincare tapi masih bingung membedakannya. Yuk ketahui perbedaannya di bawah ini.

1. Purging

Purging skin bisa diartikan sebagai kondisi dimana kulit mengalami masa pembersihan sel kulit mati ketika seseorang memakai suatu produk skincare. Dengan adanya pembersihan sel kulit mati tersebut nantinya kondisi kulit akan membaik dan sehat kembali dalam jangka waktu tertentu.

2. Breakout

Breakout adalah kondisi dimana kulit menunjukan tanda-tanda ketidakcocokan dengan produk yang digunakan. Ketidakcocokan ini bisa berupa iritasi kulit yang kemerahan, gatal, mengelupas, bengkak, nyeri, kulit menjadi kering atau berminyak, flek hitam, cekit-cekit hingga jerawat.

Cara Membedakan Purging dan Breakout

Bagi banyak orang awam, purging dan breakout memang sulit untuk dibedakan dan membingungkan. Nah girls cantikterus.com punya tips bagaimana cara membedakan purging dan breakout.

1. Reaksi produk pada kulit

Untuk membedakan antara keduanya, kamu bisa melihat reaksi kulit kamu setelah memakai produk tersebut. Apakah kulit mu iritasi? Atau alergi? Nah kamu harus bedakan juga nih. Kalau yang namanya iritasi pasti bisa dialami semua jenis kulit tapi kalau alergi hanya orang tertentu yang mungkin punya penyakit atau bawaan genetik.

Memang tanda-tandanya hampir sama tapi reaksi yang muncul pasti berbeda. Stop penggunaan produk skincare atau kosmetik kamu apabila terjadi iritasi seperti panas, bentol, ruam merah, gatal, bruntusan, dan jerawat. Itu sudah menunjukan kulit mu tidak cocok dengan produk yang digunakan.

2. Kenali ingredients produk

Bahan atau formula yang biasa menimbulkan breakout adalah AHA, BHA, retinol, fragrance, alkohol, mineral oil, sodium lauryl sulfate (SLS) atau bahan-bahan yang memang bekerja untuk mengeksfoliasi kulit.

Mudahnya kamu bisa menemukan bahan-bahan tersebut pada serum, chemical exfoliant, atau krim malam. Nah kalau kamu pakai facial wash, toner, moisturizer, suncream, masker timbul iritasi maka cepat deh diganti karena produk tersebut harusnya tidak membuat breakout karena fungsinya berbeda. Maka dari itu kamu harus berhati-hati dalam memilih produk skincare, lebih baik hindari bahan-bahan yang membuat kulit mudah iritasi.

3. Masa iritasi

Tips selanjutnya untuk mengetahui kulit mu breakout atau tidak yaitu dari masa iritasi yang dialami. Masa purging setiap orang memang berbeda, tergantung pada kondisi kulit. Tapi yang harus kamu garis bawahi adalah purging tidak berlangsung selamanya. Maksimal hanya 4 minggu saja.

Apabila kulit mu tetap iritasi lebih dari 4 minggu maka lebih baik kamu stop pemakaian produk tersebut. Sedangkan breakout, maka kulit mu akan tetap mengalami iritasi selama kamu memakai produk tersebut.

Tips Mencegah Breakout

Di atas kamu sudah tahu perbedaan breakout dan purging. Sekarang mungkin kamu bertanya-tanya “terus gimana dong biar ga breakout?” nah ini memang salah satu hal yang penting buat kamu perhatikan sebelum mencoba skincare atau kosmetik baru.

1. Tes produk

Girls, tahu banget kok gimana rasanya antusiasnya wanita kalau ada iklan produk baru yang menggoda terus pengen beli dan coba. Tapi tunggu dulu, sebelum kamu mencoba di kulit wajah mu, ada baiknya kamu tes produk tersebut lebih dulu.

Kamu bisa mencoba mengoleskan produk tersebut pada bagian kulit di belakang telinga mu atau pada bagian lipatan tangan atau siku. Kenapa sih disitu? karena bagian tersebut sensitif jadi kamu bisa tahu kalau produk itu tidak cocok maka akan muncul reaksi gatal, merah, atau bentol. Tunggu selama 24 jam kalau kamu merasa aman, maka produk baru tersbut bisa langsung dicoba diwajah.

2. Rentangi penggunaan produk baru

Ketika kamu membeli produk baru, maka jangan langsung kamu masukan pada rangkaian skincare rutin mu. Ada baiknya beri jeda tiap kamu ingin mencoba produk baru. Pakai produk baru juga harus satu-satu jangan sampai dua atau tiga produk sekaligus. Loh kenapa?

Gini girls kalau kamu pakai produk baru yang terlalu banyak dan terjadi iritasi, kamu bingung dong itu disebabkan oleh produk yang mana? Kalau kamu pakainya satu maka nanti akan langsung ketahuan jika produk itu memang tidak cocok. Sebaiknya juga beri waktu paling tidak 1 minggu untuk menggunakan produk baru lainnya.

3. Hindari ingredients sumber iritasi

Inilah mengapa ketika membeli suatu produk kamu harus melihat ingredients yang ada didalamnya untuk meminimalisir terjadikan iritasi. Sumber-sumber iritasi tersebut bisa mulai dari alkohol, ethanol, essential oil, sodium lauryl sulfate (SLS), fragrance (citrus, lavender, rose, jasmine, sirih, menthol, lemon dll) yang bikin efek seger bahkan semriwing gitu girls. Jadi lebih baik kamu pilih produk yang gentle atau no alcohol, no irritant, no fragrance.

Jadi sekarang kamu udah ada gambaran tentang perbedaan purging dan breakout kan girls? Intinya kamu harus memilih skincare yang minim sumber iritasi untuk mencegah breakout. Jika terjadi iritasi maka stop penggunaannya ya. See you 🙂

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *